Fashion

Technology

Entertainment

Recent Posts

Review Samsung Gear S2



Hadirnya jam tangan pintar atau smartwatch mampu merubah trends di Industri teknologi. Bahkan ditahun 2016 ini, makin banyak smartwatch canggih yang diproduksi oleh beragam vendor kenamaan dunia. Bahkan produsen jam tangan analog, layaknya Casio, Tag Heur, dan Fossil juga inginkan ikut berkompetisi melawan Samsung, LG, dan Apple yang terlebih dahulu terjun ke Industri jam tangan pintar. Tak mau kalah berasal dari rival-rivalnya, Samsung pun merilis smartwatch terbarunya, yakni “SAMSUNG GEAR S2”.

Setidaknya ada 2 tipe Samsung Gear S2 yang dirilis di Indonesia, yakni versi Classic, dan versi Sport. Kedua jam tangan Samsung tersebut belum ditambah konektivitas seluler, dan tetap mengandalkan konektivitas Bluetooth untuk membuka ke smartphone yang sobat miliki. Padahal Samsung juga merilis Galaxy Gear S2 3G, namun sayangnya tidak dipasarkan di Indonesia. Walaupun belum support 3G, fungsionalitas Gear S2 selamanya mampu sobat andalkan untuk mempermudah komunikasi dan keperluan mobil lainnya.

Spesifikasi jam tangan pintar Samsung Gear S2 tergolong tinggi, dan mampu berkompetisi melawan Smartwatch buatan LG dan Motorola. Menariknya, desain Gear S2 terlihat sangat sama bersama dengan jam tangan analog, karena memiliki layar bundar dan tidak terkesan sangat mencolok.
Tampilan luar menawan akan diimbangi bersama dengan penampilan user interface berbasis OS Tizen yang dikembangkan secara khusus untuk perangkat Smartwatch. Didalamnya juga disediakan beragam fitur menarik untuk mempermudah akses komunikasi, hiburan, dan fitness.

Desain Samsung Gear S2 Classic dan versi standard memang jauh berbeda. Maka kita akan menentukan versi Classic, karena desainnya terlihat lebih elegan dibandingkan versi standar yang terkesan sangat sporty. Selain itu, ukuran dimensi dan bobot keduanya juga berbeda. Dimana Galaxy Gear S2 Classic memiliki dimensi 39,9 x 43,6 x 11,4 mm dan berat 42 gram. Sedangkan untuk versi standar memiliki dimensi 42,3 x 49,8 x 11,4 mm jadi berat keseluruhan adalah 47 gram.

Menariknya lagi, Samsung beri tambahan bodi anti karat yang kuat dan tahan lama. Bentunya juga sangat tidak tebal sehingga lebih nyaman waktu sobat pakai dipergelangan tangan. Kemudian untuk ukuran layarnya, smartwatch ini memiliki layar bundar bersama dengan ukuran 1.2 inci yang dipertajam bersama dengan teknologi Super Amoled Display beresolusi 360 x 360 pixels. Alhasil penampilan layar sentuh tersebut akan sangat tajam, karena kepadatan layarnya sampai 302 ppi, dan akan dilindungi lapisan anti gores Corning Gorilla Glass 3.

Ada fitur unik yang dimiliki Samsung Galaxy Gear 2 namun tidak dimiliki smartwatch pada umumnya, yakni fitur rotating bezel. Fitur ini akan mempermudah sobat didalam membuka aplikasi dan menu yang tersimpan didalam Gear S2. Sobat cukup memutar bezel yang melingkari layar smartwatch ini, maka secara otomatis sobat mampu beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Mungkin fitur inilah yang membawa dampak harga Samsung Gear S2 sangat mahal, karena untuk mendapatkannya kita mesti merogoh kocek melebihi 3 juta.

Harga Samsung Gear S2 Classic Edition dan versi standard juga berbeda. Pasalnya ke-2 jam tangan Samsung ini memiliki desain berbeda, namun untuk fitur-fiturnya dibuat sama persis. Nah fitur keren lainnya adalah kapabilitas bertahan dari debu dan rendaman air sedalam 1.5 meter sepanjang 30 menit, berkat sertifikasi IP68 yang sukses didapatkan Samsung Gear S2. Jadi sobat tak mesti khawatir Mengenakan jam tangan Samsung ini disaat hujan, ataupun waktu berenang.

Selain tambahan layar sentuh berukuran 1.2 inci dan rotatating bezel, Samsung juga melengkapi Gear S2 bersama dengan tombol home dan back yang diletakkan pada sisi samping, sehingga sobat akan lebih enteng mengoperasikan jam tangan pintar ini. Kemudian untuk baterainya, mengusung baterai berkapasitas 250 mah yang mampu bertahan sepanjang dua hari, dan ditambah teknologi pengisian energi nirkabel atau Wireless charging. Jadi sobat cukup meletakan Gear S2 pada docking charging yang disediakan gratis pada paket penjualannya.

Untuk menjalankan semua fitur dan menu yang ada didalam jam tangan Samsung tersebut, sudah ada processor Dual Core 1.0 Ghz bersama dengan chipset Exynos 3250 dan Ram berukuran 512 mb. Meskipun kapasitas Ramnya tergolong kecil, namun performa Gear S2 selamanya powerfull. Selain itu, disediakan pula memori internal 4GB bersama dengan sisa memori sekitar 1.9 GB, karen sebagian besar memori internal yang dimiliki Gear S2 dipakai untuk menaruh file proses operasi Tizen. Sayangnya smartwatch ini belum ditambah kamera dan tidak ada slot memori ekternal.

Spesifikasi Samsung Gear S2 makin lengkap bersama dengan hadirnya Bluetooth v4.1 yang nantinya mampu sobat pakai untuk menghubungkan smrtwatch ini keperangkat Samsung bersama dengan spesifikasi OS Android 4.3 keatas, dan paling tidak memiliki Ram sebesar 1.5GB sehingga mampu terkoneksi dengan lancar. Selain itu, Gear S2 juga kompatibel bersama dengan smartphone non-Samsung asal Mengenakan OS Android 4.4 keatas, dan paling penting ukuran Ramnya paling tidak sudah 1.5GB.

Sebanding bersama dengan harga Samsung Gear S2 yang mahal, jam tangan pintar ini juga ditambah sensor pendukung sangat lengkap. Dimana sudah ada sensor Accelerometer, gyro, heart rate, dan barometer. Sayangya jam tangan pintar ini belum memiliki GPS, karena Samsung hanya memberikannya untuk tipe 3G yang notabennya tidak dirilis di Indonesia. Selain itu, Samsung juga sediakan konektivitas NFC yang mampu dipakai untuk menolong metode pembayaran Samsung Pay, serta ditambah Wi-Fi 802.11 b/g/n.

Menariknya, nyaris semua aplikasi Android sudah support Samsung Gear S2, sehingga semua notifikasi jejaring social, sms, ataupun aplikasi chating akan terpampang pada layar Galaxy Gear S2 ini. Selain itu, Samsung juga sediakan fitur S-Health yang dioptimalkan bersama dengan sensor heart rate monitor, sehingga nantinya semua kesibukan fitness mampu terekam oleh jam tangan pintar ini. Sebagai umpama adalah memantau cara jalan bersama dengan memantau keluaran kalori, serta menghitung tekanan detak jantung.

Jadi sobat tak akan sia-sia mengeluarkan banyak duit untuk membayar harga Samsung Gear S2 yang tergolong sangat mahal. Nah bagi kawan akrab yang penasaran ingin mengerti harga Samsung Gear S2 di Indonesia, silakan simak Info daftar harganya tersebut ini.

Untuk meraih jam tangan pintar buatan Samsung ini, kawan akrab mesti mengeluarkan duit sekitar Rp. 3.9 Jutaan untuk versi Sport. Sedangkan harga Samsung Gear S2 Classic dibanderol meraih Rp. 4.5 Juataan. Harga tersebut meningkat cukup drastis, berasal dari harga pre-order yang dibanderol jauh lebih murah, yakni sekitar sekitar Rp. 3.5 Jutaan (Sport), dan Rp. 4 Juta (Classic). Yah kendati mesti membelinya bersama dengan harga cukup mahal, namun jam tangan pintar ini tawarkan fungsionalitas sangat lengkap, yang mempermudah kawan akrab beraktivitas sehari-hari.

Nah itulah Info spesifikasi dan harga Samsung Galaxy Gear S2 yang kita lansir berasal dari situs formal Samsung. Seperti yang sobat baca diatas, jam tangan pintar ini memiliki banyak sekali fitur menarik, dan di dukung desain modern dan elegan, sehingga mampu dikatakan harga Samsung Gear S2 sudah seimbang bersama dengan apa yang kita dapat.

Review Asus Zenfone 4 Max Pro ZC554KL




ASUS pada tanggal 17 Agustus lalu secara resmi memperkenalkan enam varian perangkat Zenfone 4 kepada publik di Taiwan.Sementara itu untuk konsumen di tanah air, ASUS bahkan telah memasarkan Zenfone 4 Max Pro sekitar dua hari sebelumnya dengan label garansi resmi.Hadir secara resmi, perangkat ini bahkan telah mengantongi sertifikat TKDN pada tanggal 20 juni lalu.Adapun untuk varian lainnyasepertinya juga akan masuk pula ke Indonesia terbukti dari telah beredarnya tayangan video iklan resmi Zenfone 4 Selfie dan Selfie Pro di YouTube yang dibintangi oleh brand ambassador ASUS Indonesia.

Bagi Anda yang berencana membeli ponsel selfie dengan baterai kuat, Zenfone 4 Max Pro termasuk salah satu perangkat yang telah memenuhi kriteria tersebut.Spesifikasinya diatas kertas terbilang mumpuni dengan baterai berkapasitas 5.000mAh yang ditemani dengan kamera selfie berukuran 16MP.Nah sebelum menentukan pilihan, baca dulu ulasan lengkapnya dengan mengikuti tulisan berikut.

#Desain

Berbeda dari model tahun sebelumnya, ZenFone 4 Max Pro kini mengusung tombol fisik home di bagian depan yang juga berperan ganda sebagai pemindai sidik jari. Tombol home berbentuk oval  ASUS tanamkan tepat di bawah layar dengan diapit dua tombol masing-masing back dan recent apps. Sayangnya letak tombol back yang biasanya berada di sisi kanan sekarang berada di bagian kiri tangan pengguna. Sehingga bagi pengguna yang sebelumnya sudah terbiasa akan kerap mengalami salah pencet tombol.

Seperti ponsel kelas menengah lainnya, perangkat ini juga hadir dengan bingkai yang cukup tebal pada seluruh bagiannya.Dengan baterai berukuran jumbo, ZenFone 4 Max Pro memang tergolong ponsel dengan bobot yang cukup berat.Pada bagian kiri perangkat terdapat slot kartu dual nano SIM dan kartu microSD.Pengguna dapat memasukkan kedua kartu nano SIM dan satu kartu microSD.

Sisi kanan Max Pro dihuni oleh tombol daya yang terletak berdampingan dengan tombol pengatur volume.Ruas atasnya diisi oleh port audio jack 3.5mm, sedangkan ruas bawahnya tertanam port micro USB yang diapit oleh celah speaker dan mikrofon.

Logo ASUS tampak menghias bagian belakang dengan dua buah lubang kamera tersemat di sudut kiri atas sang perangkat.

#Layar 5,5 Inci dengan ZenMotion

Seperti pendahulunya, ASUS menyematkan layar IPS LCD berukuran 5,5 inci pada Max Pro dengan resolusi HD. Guna melindungi mata pengguna, perangkat ini juga disertai dengan filter cahaya biru. Ada pula pengaturan kecerahan layar otomatis yang dapat menyesuaikan dengan kondisi cahaya di sekitarpengguna. Selain itu, layar Max Pro juga dapat menerima sentuhan hingga sepuluh titik jari.

Funngsi touch gesture pada ZenMotion juga memungkinkan pengguna untuk menjalankan beragam fungsi menggunakan gestur jari. Contohnya, Anda bisa menyalakan layar dari posisi mati cukup dengan mengetukkan jari ke layar sebanyak dua kali.Mengakses ragam aplikasi juga bisa dilakukan cukup dengan menggambar huruf di atas layar.

Sementara untuk pilihan aplikasinya dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan.
Dua fungsi lain pada ZenMotion yakni Motion gesture dan one hand mode juga dapat Anda manfaatkan untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan perangkat dalam berbagai situasi dan kondisi.

#Android Nougat dengan ZenUI 3.0

Seperti ponsel keluaran ASUS lainnya, Max Pro menggunakan sistem operasi Android dengan antarmuka ZenUI.Berbeda dengan ZenFone Live, Max Pro sudah mengusung platform Android Nougat dengan ZenUI 3.0.Ini artinya tidak seperti yang dijanjikan sebelumnya bahwa seluruh perangkat ZenFone 4 akanlangsung mendapatkan ZenUI 4.0. Akibatnya pengguna tidak akan bisa mencicipi fungsi baru yang ditawarkan seperti twin apps, ZenUI Safeguard dan lain sebagainya.

Soal antarmuka yang diusung sebetulnya tidak banyak alami perubahan dari sebelumnya dengan laci aplikasi serta pengelompokan aplikasi cerdas yang disebut sebagai smart group.Fitur app lock dan hide app telah disiapkan pula untuk membantu menjaga privasi dengan cara mengunci atau menyembunyikan aplikasi.Anda juga dapat mengunduh tema yang disediakan. Pengguna juga akan mendapatkan bonus penyimpanan Google Drive gratis sebesar 100GB selama setahun penuh.

Antarmuka ZenUI dikenal pula dengan banyaknya aplikasi bawaan yang disertakan.Guna memudahkan update, ASUS memasukkan seluruh elemen UI yang ada ke Play Store. Akibatnya begitu perangkat ZenFone terhubung ke jaringan internet, maka akan ada banyak sekali permintaan memperbarui aplikasi di Play Store. Kami mencatat ada setidaknya 42 aplikasi bawaan yang harus diupdate begitu Anda membuka Play Store.

Secara default pengguna akan menemui tiga folder bernama Google, ASUS dan Apps4U. Folder ASUS berisikan empat aplikasi masing-masing Weather, WebStorage, ZenUI FAQ dan ZenTalk.Sementara folder Apps4U diisi oleh aplikasi Facebook dan Instagram.

#Octa Core dengan Baterai 5.000mAh

Diotaki dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 430 octa core yang melaju kencang dengan kecepatan 1,4GHz, ZenFone 4 Max Pro ditemani pula RAM berkapasitas 3GB serta ruang penyimpanan seluas 32GB. Jika dirasa kurang, pengguna dapat menambahkan kartu microSD pada slot yang disiapkan terpisah dari dua slot kartu nano SIM yang dimiliki. Sebagai informasi, CPU-Z mencatat prosesor dari perangkat ini menjalankan Qualcomm Snapdragon 435, namun begitu kami meyakini ini adalah sebuah kekeliruan.Apalagi perbedaan antara 430 dengan 435 terbilang minor yakni hanya pada dukungan LTE yang dibenamkannya.

Berbekal spesifikasi hardware demikian, hampir semua aktivitas sebetulnya dapat pengguna jalankan dengan lancar dengan menggunakan smartphone ini.Dukungan sensor yang diberikan juga cukup lengkap mulai dari gyroscope, tekanan, magnet dan lain sebagainya yang sangat dibutuhkan untuk memastikan fungsi gesture yang ada pada ZenMotion dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, ZenFone 4 Max Pro juga dipersenjatai dengan baterai berkapasitas 5.000mAh yang dilengkapi dengan kemampuan untuk mengisi daya perangkat lain atau reverse charging. Dalam paket penjualannya telah disertakan pula kabel USB OTG.Fitur pengisian daya cepat disisipkan pula dengan charger 10W (5V/2A) yang disertakan dalam paket penjualan.

Aplikasi PowerMaster yang disertakan siap pula membantu Anda untuk mengelola konsumsi baterai perangkat supaya dapat bertahan lebih lama.
Beralih pada kinerjanya, memainkan game Asphalt 8 pada perangkat selama kurang lebih satu jam dan tidak menemui hambatan apapun. Anda dapat melihat hasil pengujian performa sang perangkat menggunakan beberapa aplikasi benchmark seperti yang ditampilkan pada tabel.

#Dual SIM 4G LTE

Max Pro telah menyokong dua slot kartu SIM yang dapat pengguna atur untuk menggunakan jaringan 4G secara bergantian.Jika salah satu SIM menggunakan jaringan 4G, maka SIM lainnya dapat terhubung ke jaringan 3G/2G.Dukungan band frekuensi yang diberikan juga tergolong komplit sehingga dapat digandengkan dengan kartu dari operator manapun.

Perangkat ini telah dibekali pula dengan bluetooth untuk transfer data nirkabel. Jika pengguna ingin transfer data lebih kencang dapat pula memanfaatkan fitur Wi-Fi Direct yang ditanamkan. Kabel USB OTG yang disertakan tentu saja siap mempermudah pengguna untuk melakukan transfer data dengan lebih cepat.
Dual Kamera 16MP+5MP

Ikhwal pengabadi gambar, ASUS telah menyiapkan dua buah kamera utama dengan pengaturan antara sensor dengan sudut pandang normal dan sensor sudut lebar 120 derajat.Berbeda dengan ponsel kelas atas yang mengandalkan efek bokeh, kamera perangkat kelas menengah dari ASUS ini tidak menyediakannya.Anda dapat mengambil gambar time-lapse menggunakan kamera utama miliknya.Selain itu juga dibenamkan pula fitur ‘super resolution’ yang akan memotret beberapa gambar secara berurutan untuk kemudian digabungkan guna mendapatkan resolusi sebesar 34MP.

Terdapat sembilan filter warna yang ikut pula disematkan untuk memperoleh kualitas foto yang sesuai selera pengguna.Bila Anda kurang puas, maka Anda masih bisa melakukan pengaturan manual menggunakan mode Pro.Meski begitu minimnya fitur kamera yang ada seperti absennya phase detection dan laser autofocus juga tidak akan banyak meningkatkan kualitas fotonya.Terakhir demi membantu pengambilan gambar, tombol volume dapat dipakai pula sebagai tombol bidik kamera.

Sensor yang dipakai meski mengambil gambar dengan resolusi besar ternyata kurang peka dalam menangkap warna.Akibatnya, kita mendapati warna merah yang ditampilkan terlihat kurang natural. Dengan sedikit permainan cahaya, kita dapat meningkatkan ketajaman warnanya meski tentusaja ini akan menimbulkan banyak kesulitan bagi pengguna awam.

Bergeser pada keperluan membuat video, Anda bisa memilih resolusi tertinggi full HD. Audio yang dihasilkan pun dijanjikan dalam format stereo meski  belum dapat menekan tingkat kebisingan lingkungan sekitar tempat pengambilan video dilakukan. Pengaturan video dengan foto yang jadi satu kerap pula membuat pengguna kebingungan karena perangkat akan secara otomatis merekam video sehingga pengguna tidak ada kesempatan untuk mengatur sudut pengambilan yang pas.

#Kamera Selfie 16MP

Mengikuti tren ponsel selfie, ASUS juga menyiapkan kamera depan dengan resolusi 16 megapiksel yang dilengkapi pula dengan lampu LED flash. Guna memperoleh kualitas selfie yang lebih optimal telah disisipkan pula fitur beautification yang akan membuat wajah tampak lebih tirus, kulit lebih halus dan mata yang lebih lebar. Seperti kamera utama, Anda dapat pula membuat gambar animasi dalam format gif.

Untuk menyiasati absennya sensor kamera wide-angle, ASUS menambahkan fitur selfie panorama yang cara kerjanya sepintas mirip dengan cara Anda mengambil gambar panorama dengan menggunakan kamera belakang.

Sebagaimana kamera belakang miliknya, ketajaman warna yang disuguhkan juga kurang istimewa. Demikian pula dengan selfie yang dihasilkan terlihat agak gelap bila dibandingkan ponsel selfie dari merek lain.

#Multimedia

Memiliki aplikasi bawaan yang berlimpah, ASUS sampai saat ini ternyata masih belum memberikan peningkatan fitur yang signifikan pada aplikasi pemutar video miliknya.Menginstal aplikasi pihak ketiga seperti MX Player  adalah hal yang sebaiknya Anda lakukan bila ingin menonton film dengan subtitle. Sambil menonton, Anda dapat pula menjalankan aplikasi lain secara bersamaan dalam satu layar berkat fitur split screen yang dibawa oleh Android Nougat.

Pada aplikasi galeri, pengguna dapat mengaktifkan fitur deteksi wajah yang akan memungkinkan perangkat untuk menampilkan thumbnail wajah. Sehingga dengan demikian dapat membantu pengguna menemukan foto dengan lebih mudah.Anda juga dapat menghubungkannya dengan akun cloud storage populer seperti Google Drive, Facebook, Dropbox, OneDrive dan sebagainya.

Beranjak ke hiburan audio, pengguna akan dimanjakan dengan kehadiran fitur AudioWizard yang memungkinkan pengguna mengatur keluaran suara sesuai dengan genre lagu yang diputar. Sayangnya dalam paket penjualan belum disertakan earset. Mirisnya lagi meski masuk kategori ponsel kelas menengah, perangkat ini ternyata tidak dilengkapi dengan radio FM.

#Kesimpulan

Dengan label harga sekitar tiga juta rupiah, ponsel dengan baterai awet ini siap mendobrak pasar tanah air dengan menambahkan fitur selfie yang kini tengah populer. Berbekal kapasitas daya sebesar 5.000mAh, ZenFone 4 Max Pro dapat dimanfaatkan pula sebagai powerbank untuk mengisi ulang baterai perangkat lain. Menggunakan kombinasi kamera belakang dengan wide angle serta kamera depan untuk selfie, smartphone ini sebenarnya memiliki potensi yang cukup kuat untuk merebut pasar. Sayang sekali kualitas sensor kamera yang apa adanya serta antarmuka ZenUI yang belum versi terbaru boleh jadi akan menghambat upaya sang vendor asal Taiwan ini untuk meraih sukses di pasar tanah air.




Paket Penjualan     : Handset, Charger, kabel data, kabel OTG, buku manual, kartu garansi

Warna                     : Emas, Hitam


Harga                      : Rp 2.999.000




Review Xiaomi Mi 6


Desain

Kesan premium begitu terasa ketika petama kali menyentuh flagship terbaru Xiaomi ini. Secara fisik, apa yang ditawarkan Xiaomi lewat Mi 6 memang tidak terlalu istimewa. Di sini memang kita tidak disuguhkan smartphone dengan layar lengkung di bagian sisi seperti Samsung Galaxy S8, misalnya. Kendati demikian, bila ditilik dari berbagai aspek, seperti harga yang jauh lebih murah dari flagship lain, misalnya, smartphone ini tetap layak mendapat apreasiasi. Secara keseluruhan, dari desainnya apa yang ditampilkan Mi 6 juga sudah mengalami banyak kemajuan bila dibanding sang pendahulunya, Xiaomi Mi 5.

Diracik dengan konstruksi unibodi, smartphone ini tampil solid dan kokoh berkat frame logam yang dikenakannya. Terlihat kinclong dan terasa sleek, tapi tetap nyaman di genggaman. Ditilik lebih jauh, bodi Xiaomi Mi 6 memiliki bentuk persegi panjang yang dikombinasikan dengan empat sudut tumpul. Untuk area depan kaca lengkung 2.D yang mendominasi area ini, kian mempermanis tampilannya. Sementara untuk bagian belakang, Xiaomi Mi 6 diracik dengan bagian sisi kiri-kanan agak lengkung yang justru terlihat seperti desain bagian depan Galaxy S8.

Dari sisi fisik keseluruhan, bodi Mi 6 terbilang cukup kompak dengan dimensi 145.17 x 70.49 x 7.45 mm dan bobot 168 gram. Dengan dimensi yang kompak, ditambah desainnya yang ergonomis membuat smartphone ini begitu pas di tangan dan masih tak begitu mengganggu ketika dimasukkan ke saku celana.

Seolah mempertegas posisinya sebagai seri flagship, Xiaomi Mi 6 tidak hanya elegan dilihat, tapi bodi smartphone ini juga sudah diproteksi. Baik dari display yang mendominasi area depan, maupun bagian belakang smartphone ternyata sudah dilapisi pelindung Gorilla Glass 5 dari Corning.

Beberapa komponen penting bisa kita temui di area luar Xiaomi Mi 6, mulai dari layar berdiagonal 5.15 inci di area depan yang ditemani dengan sensor kamera depan beserta lampu flash-nya, speaker depan, dan sensor proximity di atasnya.

Di bagian bawah layar bertengger tombol Home yang sudah diintegrasikan pula dengan sensor sidik jari. Mengapit tombol home, di sebelah kiri dan kanannya, bisa ditemui tombol kapasitif untuk mengakses multitasking dan tombol back. 

Sementara komponen seperti tombol power dan tombol volume berada di area sisi kanan, slot kartu micro-SD di sisi kiri. Di ruas sisi bagian bawah, terlihat bertengger port USB Type-C yang diapit oleh lubang speaker. Di ruas sebaliknya, yakni bagian atas nampak dibiarkan kosong, walau bila dipertegas ternyata di sini nampak terdapat sensor infra red berada. Adapun di bagaian belakang, terlihat di Mi 6 adanya sensor dual-camera di bagian atas sisi sebelah kiri.

Layar 5.15 Inci Full HD

Seperti disebutkan di atas, Xiaomi Mi 6 mengusung layar berdiagonal 5.15 inci yang juga sudah mengadopsi kaca lengkung 2.5D. Bicara soal ukuran layar Mi 6 yang tergolong nanggung ini, ternyata Xiaomi telah melakukannya ketika merilis pendahulunya, yakni Mi 5.

Jenis layar yang dikenakannya tak lain adalah IPS. Sementara dengan resolusinya sudah Full HD (1080p), kepadatan layar Mi 6 tergolong cukup tinggi, mencapai 428 ppi. Alhasil, dengan kepadatan piksel yang demikian, konten yang tersaji di layar tergolong cukup tajam. Tidak hanya itu, untuk responsivitasnya, smartphone ini juga tergolong sangat baik. Untuk akses multitouch juga dimungkinkan oleh Mi 6, di mana kita bisa diakses hingga 10 titik secara bersamaan.

Sebagaimana smartphone pada umumnya, untuk memberikan pilihan warna yang cocok bagi pengguna di menu Display, Xiaomi Mi 6 menyediakan fitur Colors & Contrast. Di menu Colors, ada tiga opsi yang bisa dipilih pengguna sesuai dengan selera, yakni Warm, Standart, dan Cool. Sementara untuk Contrast, pengguna juga bisa memiih tiga opsi yang tersedia, yakni Automatic Contrast (default), Increased Contrast, dan Standart.

Selain itu ada juga fasilitas yang disebut sebagai Reading mode. Fitur ini bermanfaat bagi pengguna ketika menggunakan smartphone, terutama ketika malam atau menjelang tidur. Ketika diaktifkan, fitur Reading mode akan mengurangi tampilan cahaya yang menyilaukan, sehingga pengguna akan lebih nyaman menggunakannya pada saat tertentu. Menariknya, pengguna bisa mengaktifkan Reading Mode dengan penjadwalan (scheduled) serta bisa dipilih untuk aplikasi tertentu saja.

Operating System Masih MIUI 8

Tidak dipungkiri, selain spesifikasinya, MIUI merupakan hal lain yang membuat banyak penggemar Xiaomi jatuh cinta dengan smartphone besutannya. Meski mengadopsi sistem operasi Android yang mungkin sama versinya, dengan MIUI citarasa menggunakan smartphone Xiaomi jadi sedikit beda dan lebih simpel.

Sayangnya dengan MIUI 9 yang sudah dirilis, smartphone ini masih mengadopsi UI bawaan yang sedikit lebih lawas, yakni MIUI 8 berbasis Android 7.1.1 Nougat. Pun begitu, smartphone ini dimungkinkan untuk mendapat update ke MIUI versi terbaru.

Ada satu hal yang dirasa cukup berbeda dari MIUI 8, terutama ketika kita mengakses aplikasi yang terdapat pada folder tertentu. Di sini, antara tombol home dan tombol back seperti memiliki fungsi yang sama.

Bagaimana tidak, ketika kita membuka aplikasi dari folder, dan kemudian menekan tombol home, maka yang akan tampil di layar adalah folder tempat aplikasi berada, bukan langsung ke home screen. Bila ingin kembali ke homescreen, pengguna harus menekan/menyentuh tombol home sebanyak dua kali. Hal yang sama bisa dilakukan dengan tombol back. 

Adapun bagi yang bosan dengan tampilan smartphone yang disuguhkan versi default, MIUI juga menyediakan sejumlah Theme yang atraktif. Di MIUI 8, disediakan banyak Theme yang bisa didownload pengguna secara gratis. Begitupun untuk Wallpaper-nya, banyak pilihan yang disediakan. Tidak ketinggalan, seiring dengan terdapatnya fasilitas Infra Red, Xiaomi juga menyertai Mi 6 dengan aplikasi Mi Remote. Sontak dengan ini smartphone juga bisa digunakan sebagai remote control untuk perangkat elektronik lainnya.

Hardware Menggunakan Snapdragon 835 & RAM 6GB

Xiaomi nampak tak ingin tanggung-tanggung ketika merilis smartphone flagship. Tidak kalah dengan flagship milik para pesaingnya, di sektor pendukung performa Xiaomi membekali Mi 6 dengan dapur pacu mumpuni. Bagaimana tidak, untuk urusan kinerja, smartphone ini ditopang oleh chipset Qualcomm Snapdragon 835 yang terdiri dari chip octa-core (4x2.45 GHz Kryo & 4x1.9 GHz Kryo) dan GPU Adreno 540.

Selain menancapkan prosesor kelas atas dari Qualcomm, pada Mi 6 yang kami miliki didukung oleh RAM 6 GB plus memiliki memori internal 128GB. Dengan memori internal yang tergolong cukup lapang, mungkin menjadi alasan bagi Xiaomi yang tidak melengkapi Mi 6 dengan slot kartu microSD untuk memperluas kapasitas penyimpanan datanya.

Untuk menguak seperti apa kinerja Mi 6, sejumlah aktivitas pun perlu dilakukan, seperti bermain game berat. Ketika digunakan untuk bermain game, semisal Asphalt 8 Airborne, permainan bisa dinikmati tanpa hambatan. Grafis yang tersaji juga detil dan sangat tajam.

Di dalam bodi Xiaomi Mi 6 sudah tertancap sebuah baterai non-removable berkapasitas 3350 mAh. Berbekal teknologi Quick Charge 3.0 tentu pengisian baterai menjadi lebih cepat. Dengan waktu pengisian 30 menit, baterai Mi 6 sudah bisa terisi hingga 55%.

Sementara untuk kinerjanya sendiri, ketika digunakan untuk bermain game HD yang membutuhkan koneksi data dalam durasi satu jam, daya baterai Mi 6 hanya terkuras sekitar 14%. Untuk lebih detil, mengenai performa baterai Mi 6 bisa dilihat di tabel tersaji.

Dual-Camera

Di sektor alat pengabadi gambar, Xiaomi Mi 6 tergolong sudah cukup kekinian. Hal itu lantaran sang pabrikan sudah membekali smartphone ini dengan fitur dual-camera belakang beresolusi 12 MP lengkap dengan segala atributnya seperti f/1.8, OIS 4-axis & 52mm, f/2.6, 2x optical zoom, phase detection autofocus, dan dual-LED (dual tone) flash. Tentunya, berbekal fitur dual-camera pengguna dimungkinkan untuk mengambil gambar dengan efek bokeh.

Sebelum membahas hasil jepretannya, mari kita lihat sejumlah aspek penting yang tercakup di menu kamera. Dari antarmuka kamera yang tersaji, kita bisa menemui adanya sejumlah menu. Misalnya, di sisi sebelah kiri, dari atas ke bawah kita akan disajikan menu HDR, ikon untuk mengaktifkan pengambilan gambar dengan background blur (efek bokeh), dan menu untuk mengaktifkan dan menonaktifkan lampu flash. Adapun di sisi kanan, pada antarmuka kamera kita akan mendapati sejumlah ikon, di bagian atas ada ikon untuk switch kamera (depan/belakang), di tengah ada ikon untuk menu Modes di antaranya mode Audio, Beauty, Square, Timer, Straighten, Tilt-shift, Panorama, Manual, dan GroupShot.

Di bagian bawah, terdapat ikon menu yang mana di dalamnya ditemui banyak opsi yang bisa dipilih pengguna untuk menghasilkan bidikan sesuai keinginan. Masih di area sebelah kanan, selain terdapat tombol shutter, di sini kita temui adanya ikon untuk beralih ke mode video (di atas) dan akses cepat ke galery (di bawah).

Adapun untuk selfie, dalam hal ini Xiaomi Mi 6 memfasilitasinya dengan kamera depan 8 MP. Hasil bidikan kamera depan juga tergolong sudah memadai untuk mengakomodasi bagi yang suka mengekspresikan diri dengan kamera smartphone mereka.

Kesimpulan

'Kalau ada yang lebih murah kenapa pilih yang mahal’. Kalimat tersebut nampaknya cocok disematkan untuk Xiaomi Mi 6. Secara kedudukan, baik dari desain dan spesifikasi yang dibawa, utamanya di sektor dapur pacu, Mi 6 mungkin setara dengan flagship lain, walau dari sisi harga smartphone ini jauh lebih murah. Hanya saja, bila ditelaah lebih jauh, perlu diakui juga bahwasanya Xiaomi Mi 6 juga memiliki sedikit kekurangan, terutama di sektor display. Pasalnya, di saat smartphone flagship lain sudah membenamkan layar lebih besar beresolusi Quad HD, Xiaomi Mi 6 resolusinya masih bertahan di posisi 1080p alias Full HD. Pun begitu, Xiaomi Mi 6 tetap menjadi pilihan menarik di segmen flagship. Utamanya bagi mereka yang mengidamkan smartphone yang tidak hanya mumpuni, tetapi juga kinclong dan enak dilihat, selain harganya yang juga cukup miring.