Desain
Kesan premium begitu terasa ketika petama kali menyentuh flagship terbaru Xiaomi ini. Secara fisik, apa yang ditawarkan Xiaomi lewat Mi 6 memang tidak terlalu istimewa. Di sini memang kita tidak disuguhkan smartphone dengan layar lengkung di bagian sisi seperti Samsung Galaxy S8, misalnya. Kendati demikian, bila ditilik dari berbagai aspek, seperti harga yang jauh lebih murah dari flagship lain, misalnya, smartphone ini tetap layak mendapat apreasiasi. Secara keseluruhan, dari desainnya apa yang ditampilkan Mi 6 juga sudah mengalami banyak kemajuan bila dibanding sang pendahulunya, Xiaomi Mi 5.
Diracik dengan konstruksi unibodi, smartphone ini tampil solid dan kokoh berkat frame logam yang dikenakannya. Terlihat kinclong dan terasa sleek, tapi tetap nyaman di genggaman. Ditilik lebih jauh, bodi Xiaomi Mi 6 memiliki bentuk persegi panjang yang dikombinasikan dengan empat sudut tumpul. Untuk area depan kaca lengkung 2.D yang mendominasi area ini, kian mempermanis tampilannya. Sementara untuk bagian belakang, Xiaomi Mi 6 diracik dengan bagian sisi kiri-kanan agak lengkung yang justru terlihat seperti desain bagian depan Galaxy S8.
Dari sisi fisik keseluruhan, bodi Mi 6 terbilang cukup kompak dengan dimensi 145.17 x 70.49 x 7.45 mm dan bobot 168 gram. Dengan dimensi yang kompak, ditambah desainnya yang ergonomis membuat smartphone ini begitu pas di tangan dan masih tak begitu mengganggu ketika dimasukkan ke saku celana.
Seolah mempertegas posisinya sebagai seri flagship, Xiaomi Mi 6 tidak hanya elegan dilihat, tapi bodi smartphone ini juga sudah diproteksi. Baik dari display yang mendominasi area depan, maupun bagian belakang smartphone ternyata sudah dilapisi pelindung Gorilla Glass 5 dari Corning.
Beberapa komponen penting bisa kita temui di area luar Xiaomi Mi 6, mulai dari layar berdiagonal 5.15 inci di area depan yang ditemani dengan sensor kamera depan beserta lampu flash-nya, speaker depan, dan sensor proximity di atasnya.
Di bagian bawah layar bertengger tombol Home yang sudah diintegrasikan pula dengan sensor sidik jari. Mengapit tombol home, di sebelah kiri dan kanannya, bisa ditemui tombol kapasitif untuk mengakses multitasking dan tombol back.
Sementara komponen seperti tombol power dan tombol volume berada di area sisi kanan, slot kartu micro-SD di sisi kiri. Di ruas sisi bagian bawah, terlihat bertengger port USB Type-C yang diapit oleh lubang speaker. Di ruas sebaliknya, yakni bagian atas nampak dibiarkan kosong, walau bila dipertegas ternyata di sini nampak terdapat sensor infra red berada. Adapun di bagaian belakang, terlihat di Mi 6 adanya sensor dual-camera di bagian atas sisi sebelah kiri.
Layar 5.15 Inci Full HD
Seperti disebutkan di atas, Xiaomi Mi 6 mengusung layar berdiagonal 5.15 inci yang juga sudah mengadopsi kaca lengkung 2.5D. Bicara soal ukuran layar Mi 6 yang tergolong nanggung ini, ternyata Xiaomi telah melakukannya ketika merilis pendahulunya, yakni Mi 5.
Jenis layar yang dikenakannya tak lain adalah IPS. Sementara dengan resolusinya sudah Full HD (1080p), kepadatan layar Mi 6 tergolong cukup tinggi, mencapai 428 ppi. Alhasil, dengan kepadatan piksel yang demikian, konten yang tersaji di layar tergolong cukup tajam. Tidak hanya itu, untuk responsivitasnya, smartphone ini juga tergolong sangat baik. Untuk akses multitouch juga dimungkinkan oleh Mi 6, di mana kita bisa diakses hingga 10 titik secara bersamaan.
Sebagaimana smartphone pada umumnya, untuk memberikan pilihan warna yang cocok bagi pengguna di menu Display, Xiaomi Mi 6 menyediakan fitur Colors & Contrast. Di menu Colors, ada tiga opsi yang bisa dipilih pengguna sesuai dengan selera, yakni Warm, Standart, dan Cool. Sementara untuk Contrast, pengguna juga bisa memiih tiga opsi yang tersedia, yakni Automatic Contrast (default), Increased Contrast, dan Standart.
Selain itu ada juga fasilitas yang disebut sebagai Reading mode. Fitur ini bermanfaat bagi pengguna ketika menggunakan smartphone, terutama ketika malam atau menjelang tidur. Ketika diaktifkan, fitur Reading mode akan mengurangi tampilan cahaya yang menyilaukan, sehingga pengguna akan lebih nyaman menggunakannya pada saat tertentu. Menariknya, pengguna bisa mengaktifkan Reading Mode dengan penjadwalan (scheduled) serta bisa dipilih untuk aplikasi tertentu saja.
Operating System Masih MIUI 8
Tidak dipungkiri, selain spesifikasinya, MIUI merupakan hal lain yang membuat banyak penggemar Xiaomi jatuh cinta dengan smartphone besutannya. Meski mengadopsi sistem operasi Android yang mungkin sama versinya, dengan MIUI citarasa menggunakan smartphone Xiaomi jadi sedikit beda dan lebih simpel.
Sayangnya dengan MIUI 9 yang sudah dirilis, smartphone ini masih mengadopsi UI bawaan yang sedikit lebih lawas, yakni MIUI 8 berbasis Android 7.1.1 Nougat. Pun begitu, smartphone ini dimungkinkan untuk mendapat update ke MIUI versi terbaru.
Ada satu hal yang dirasa cukup berbeda dari MIUI 8, terutama ketika kita mengakses aplikasi yang terdapat pada folder tertentu. Di sini, antara tombol home dan tombol back seperti memiliki fungsi yang sama.
Bagaimana tidak, ketika kita membuka aplikasi dari folder, dan kemudian menekan tombol home, maka yang akan tampil di layar adalah folder tempat aplikasi berada, bukan langsung ke home screen. Bila ingin kembali ke homescreen, pengguna harus menekan/menyentuh tombol home sebanyak dua kali. Hal yang sama bisa dilakukan dengan tombol back.
Adapun bagi yang bosan dengan tampilan smartphone yang disuguhkan versi default, MIUI juga menyediakan sejumlah Theme yang atraktif. Di MIUI 8, disediakan banyak Theme yang bisa didownload pengguna secara gratis. Begitupun untuk Wallpaper-nya, banyak pilihan yang disediakan. Tidak ketinggalan, seiring dengan terdapatnya fasilitas Infra Red, Xiaomi juga menyertai Mi 6 dengan aplikasi Mi Remote. Sontak dengan ini smartphone juga bisa digunakan sebagai remote control untuk perangkat elektronik lainnya.
Hardware Menggunakan Snapdragon 835 & RAM 6GB
Xiaomi nampak tak ingin tanggung-tanggung ketika merilis smartphone flagship. Tidak kalah dengan flagship milik para pesaingnya, di sektor pendukung performa Xiaomi membekali Mi 6 dengan dapur pacu mumpuni. Bagaimana tidak, untuk urusan kinerja, smartphone ini ditopang oleh chipset Qualcomm Snapdragon 835 yang terdiri dari chip octa-core (4x2.45 GHz Kryo & 4x1.9 GHz Kryo) dan GPU Adreno 540.
Selain menancapkan prosesor kelas atas dari Qualcomm, pada Mi 6 yang kami miliki didukung oleh RAM 6 GB plus memiliki memori internal 128GB. Dengan memori internal yang tergolong cukup lapang, mungkin menjadi alasan bagi Xiaomi yang tidak melengkapi Mi 6 dengan slot kartu microSD untuk memperluas kapasitas penyimpanan datanya.
Untuk menguak seperti apa kinerja Mi 6, sejumlah aktivitas pun perlu dilakukan, seperti bermain game berat. Ketika digunakan untuk bermain game, semisal Asphalt 8 Airborne, permainan bisa dinikmati tanpa hambatan. Grafis yang tersaji juga detil dan sangat tajam.
Di dalam bodi Xiaomi Mi 6 sudah tertancap sebuah baterai non-removable berkapasitas 3350 mAh. Berbekal teknologi Quick Charge 3.0 tentu pengisian baterai menjadi lebih cepat. Dengan waktu pengisian 30 menit, baterai Mi 6 sudah bisa terisi hingga 55%.
Sementara untuk kinerjanya sendiri, ketika digunakan untuk bermain game HD yang membutuhkan koneksi data dalam durasi satu jam, daya baterai Mi 6 hanya terkuras sekitar 14%. Untuk lebih detil, mengenai performa baterai Mi 6 bisa dilihat di tabel tersaji.
Dual-Camera
Di sektor alat pengabadi gambar, Xiaomi Mi 6 tergolong sudah cukup kekinian. Hal itu lantaran sang pabrikan sudah membekali smartphone ini dengan fitur dual-camera belakang beresolusi 12 MP lengkap dengan segala atributnya seperti f/1.8, OIS 4-axis & 52mm, f/2.6, 2x optical zoom, phase detection autofocus, dan dual-LED (dual tone) flash. Tentunya, berbekal fitur dual-camera pengguna dimungkinkan untuk mengambil gambar dengan efek bokeh.
Sebelum membahas hasil jepretannya, mari kita lihat sejumlah aspek penting yang tercakup di menu kamera. Dari antarmuka kamera yang tersaji, kita bisa menemui adanya sejumlah menu. Misalnya, di sisi sebelah kiri, dari atas ke bawah kita akan disajikan menu HDR, ikon untuk mengaktifkan pengambilan gambar dengan background blur (efek bokeh), dan menu untuk mengaktifkan dan menonaktifkan lampu flash. Adapun di sisi kanan, pada antarmuka kamera kita akan mendapati sejumlah ikon, di bagian atas ada ikon untuk switch kamera (depan/belakang), di tengah ada ikon untuk menu Modes di antaranya mode Audio, Beauty, Square, Timer, Straighten, Tilt-shift, Panorama, Manual, dan GroupShot.
Di bagian bawah, terdapat ikon menu yang mana di dalamnya ditemui banyak opsi yang bisa dipilih pengguna untuk menghasilkan bidikan sesuai keinginan. Masih di area sebelah kanan, selain terdapat tombol shutter, di sini kita temui adanya ikon untuk beralih ke mode video (di atas) dan akses cepat ke galery (di bawah).
Adapun untuk selfie, dalam hal ini Xiaomi Mi 6 memfasilitasinya dengan kamera depan 8 MP. Hasil bidikan kamera depan juga tergolong sudah memadai untuk mengakomodasi bagi yang suka mengekspresikan diri dengan kamera smartphone mereka.
Kesimpulan
'Kalau ada yang lebih murah kenapa pilih yang mahal’. Kalimat tersebut nampaknya cocok disematkan untuk Xiaomi Mi 6. Secara kedudukan, baik dari desain dan spesifikasi yang dibawa, utamanya di sektor dapur pacu, Mi 6 mungkin setara dengan flagship lain, walau dari sisi harga smartphone ini jauh lebih murah. Hanya saja, bila ditelaah lebih jauh, perlu diakui juga bahwasanya Xiaomi Mi 6 juga memiliki sedikit kekurangan, terutama di sektor display. Pasalnya, di saat smartphone flagship lain sudah membenamkan layar lebih besar beresolusi Quad HD, Xiaomi Mi 6 resolusinya masih bertahan di posisi 1080p alias Full HD. Pun begitu, Xiaomi Mi 6 tetap menjadi pilihan menarik di segmen flagship. Utamanya bagi mereka yang mengidamkan smartphone yang tidak hanya mumpuni, tetapi juga kinclong dan enak dilihat, selain harganya yang juga cukup miring.


EmoticonEmoticon